Pembantaian di Al-Sarari Yaman dan Faktornya

Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam aksi pembantaian terhadap warga sipil Yaman oleh pasukan pro-Arab Saudi dan menyatakan, para pelaku pembantaian massal warga tidak berdosa Yaman itu harus bertanggungjawab atas kejahatannya.

Jimmy McGoldrick, koordinator urusan kemanusiaan PBB di Yaman, mengkritik serangan berdarah pada hari Selasa oleh pasukan pro-Arab Saudi ke wilayah al-Sarari di provinsi Taizz, Yaman, yang menewaskan, melukai dan tertawannya lebih dari 50 warga wilayah tersebut.  Dikatakannya bahwa tidak ada satu kelompok pun yang dapat berkuasa di Yaman dengan pembantaian dan kejahatan.

 

Pejabat PBB ini mengatakan, berbagai laporan mengerikan kejahatan antek-antek Saudi di wilayah Al-Sarari, mengindikasikan terjadinya pembantaian massal dan penyanderaan warga serta larangan bagi mereka untuk menerima bantuan kemanusiaan. Itu semua dilakukan demi mencapai tujuan mereka dalam perang di Yaman, tegas McGoldrick.

 

Komite perdamaian dan stabilisasi gencatan senjata Yaman pada hari Rabu (27/6), menuntut PBB untuk menyelidiki pembantaian massal yang terjadi di wilayah Al-Sarari, di provinsi yang dikuasai oleh antek-antek Arab Saudi.

 

Para anasir bayaran dan pro-Saudi pada Selasa mengepung kemudian menduduki wilayah Al-Sarari di provinsi Taizz. Kelompok itu membantai puluhan warga dengan tuduhan bekerjasama dengan militer dan pasukan relawan rakyat Yaman. Mereka juga merampok dan membakar masjid serta lebih dari 50 rumah di wilayah itu. Anasir bayaran dan pro Saudi menyandera puluhan warga dan memutilasi para korban tewas.

 

Delegasi nasional Yaman dalam perundingan damai di Kuwait, menilai kebungkaman masyarakat internasional di hadapan kejahatan rezim Al-Saud dan anasir bayarannya terhadap rakyat Yaman selama satu setengah tahun terakhir, sebagai penyebab terjadinya tragedi Al-Sarari. Akan tetapi ditekankan pula bahwa meski berbagai kesulitan dan penderitaan itu, rakyat Yaman tidak akan menyerah di hadapan makar musuh.

 

Kejahatan rezim Al-Saud di Taizz terjadi setelah Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menilai koalisi besutan Arab Saudi bertanggungjawab atas tewasnya sedikitnya 1.500 anak-anak dan perempuan Yaman. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, bulan lalu untuk pertama kalinya menyatakan, gerakan Ansarullah Yaman selain bukan kelompok teroris bahkan merupakan salah satu pihak yang terkait dalam perundingan damai untuk mengakhiri krisis Yaman.  

 

Namun Arab Saudi dan antek-anteknya tidak mempedulikan peringatan internasional maupun perundingan damai dan kesepakatan gencatan senjata, serta terus memamerkan brutalitas mereka terhadap rakyat Yaman.

 

Agresi udara dan serangan darat Arab Saudi dan koalisinya telah meluluh-lantakkan Yaman selama lebih dari satu setengah tahun. Ribuan korban jiwa berjatuhan demi mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi, mantan presiden Yaman yang telah mengundurkan diri, untuk kembali berkuasa

Kirim komentar