Berkat Imam Khomeini ra, Isu Palestina kembali Hidup


Para ulama, cendekiawan dan pengikut berbagai agama berkumpul di New Delhi, India untuk mengikuti seminar Hari Quds dan Persatuan Muslim, Kamis (30/6/2016).

Kantor berita IRNA melaporkan, para pembicara dari tokoh Syiah, Sunni dan Hindu sama-sama mendesak respon global dan orang-orang yang merdeka di dunia terhadap kejahatan rezim Zionis Israel atas rakyat tertindas Palestina.

Dalam seminar itu, Atase Kebudayaan Iran di New Delhi, Ali Dehgahi menilai persatuan negara-negara Islam sebagai kebutuhan mendesak Dunia Islam, dan mengatakan banyak masalah saat ini yang dihadapi Dunia Islam bersumber dari perpecahan di tengah kaum Muslim.

Menyinggung sejarah gemilang Muslim di masa lalu, Ali Dehgahi menuturkan bahwa persatuan dan kesolidan umat Islam merupakan salah satu faktor utama kemajuan mereka pada masa itu.

Perpecahan, lanjutnya, merupakan salah satu penyebab kelemahan dan keterbelakangan umat Islam di tahun-tahun terakhir. Mereka dengan persatuan dan kekompakan kembali dapat mengatasi banyak masalah dan kesulitan.

Berbicara tentang penetapan Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia oleh Imam Khomeini ra, Ali Dehgahi mengatakan terobosan ini menyebabkan isu Palestina kembali hidup.

Hari ini masyarakat Muslim di berbagai negara menggelar pawai akbar untuk memperingati Hari Quds Sedunia.

Kirim komentar