210 Pemberontak Suriah Serahkan diri kepada SAA
Sebanyak 210 pemberontak telah meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah Suriah, Pasukan Arab Suriah (SAA). Demikian dinyatakan oleh pusat Rusia untuk pengawasan gencata senjata Suriah di pangkalan udara Hmeimim, Suriah, Minggu (8/5), sebagaimana dilansir kantor berita Segodnya milik Rusia.
Dilaporkan bahwa ratusan pemberontak itu menyerahkan diri kawasan industri Hisyah, provinsi Homs, sebagai respon atas program rekonsiliasi nasional Suriah, dan dengan menyerah itu mereka akan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Dalam dua tahun terakhir provinsi Homs yang juga menjadi lokasi pemberontakan terdapat lebih dari 1500 pemberontak yang sudah menyerahkan diri kepada SAA, dan dalam tiga bulan terakhir sejak diterapkannya gencatan senjata di lebih dari 90 kawasan suasana kehidupan di sebagian kawasan sudah berjalan normal.
Wakil Tetap Rusia di PBB Vitaly Churkin belum lama ini di Dewan Keamanan PBB mengatakan bahwa meskipun situasi di Aleppo masih bergolak namun perjanjian gencatan senjata terindahkan di banyak kawasan lain di Suriah. Menurutnya, jumlah kelompok oposisi Suriah yang menerima gencatan senjata terus meningkat.
Dia juga mengingatkan bahwa ISIS, Jabhah al-Nusra dan beberapa kelompok teroris lainnya tidak tercakup dalam perjanjian gencata senjata.
Pertempuran di Khan Thuman
SAA dan beberapa kelompok pasukan sekutunya sedang bersiap-siap memasuki kawasan Khan Thuman dan Khalidiyah. Menurut laporan IRNA, sejak Sabtu (7/5) sudah terjadi kontak senjata SAA dengan kawanan teroris, sementara beberapa jet tempur Suriah dan Rusia juga diterbangkan untuk pemboman posisi-posisi teroris di Khan Thuman.
Satuan-satuan artileri SAA menggempur berbagai posisi dan tempat konsentrasi para teroris. Mereka bahkan terus mengejar kawanan teroris dengan gempuran sengit agar mereka tidak lolos dari maut.
Pada Minggu (8/5) beberapa jet pembom terus menghajar para teroris yang sebagian besar bermarkas di kawasan barat Khan Thuman. Sejumlah teroris dilaporkan tewas dan sebagian lain luka-luka, sementara beberapa peralatan tempur berat mereka hancur.
Serangan Roket Teroris di Aleppo
Satu orang terbunuh dan delapan lainnya luka-luka terkena serangan roket kawanan teroris terhadap beberapa kawasan permukiman kota Aleppo, Minggu (8/5). Menurut IRNA, satu korban yang terbunuh adalah anak kecil. Serangan yang menandai berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata di Aleppo itu juga menimbulkan banyak kerusakan materi.
Gencatan senjata di Aleppo diperpanjang 48 jam sejak Kamis lalu pukul 01.00 waktu Damaskus, kemudian diperpanjang 72 lagi sejak Sabtu lalu.
Kirim komentar