Rusia Nyatakan Senjata Kimia ISIS Masuk Dari Turki ke Irak
Wakil Tetap Rusia di PBB Vitaly Churkin menyerukan supaya dilakukan penyelidikan internasional terkait penggunaaan senjata kimia di Irak oleh kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia juga mengatakan ada indikasi bahwa senjata terkutuk tersebut masuk ke Negeri 1001 Malam itu melalui wilayah Turki.
“Analisis terhadap amunisi yang mengandung bahan-bahan kimia yang didapat dari tangan para teroris di kawasan Tikrit, Irak, menunjukkan bahwa bahan-bahan ini dibuat di Turki atau diserahkan kepada negara ini tanpa ada izin re-ekspor,” ungkapnya dalam sidang Dewan Keamanan PBB mengenai perkembangan situasi di Irak, sebagaimana dilansir Interfax, Sabtu (7/5).
Dia meminta negara-negara anggota dewan ini supaya peduli kepada masalah penggunaan bahan-bahan kimia oleh ISIS untuk tujuan militer di Irak.
“Ironis sekali, tak ada pernyataan apapun mengenai kemungkinan dilakukannya penyelidikan mengenai penggunaan bahan kimia beracun oleh para teroris ISIS di Irak,” keluhnya.
Churkin mengingatkan bahwa penggunaan bahan kimia beracun dapat berkembang luas di Timteng di tangan teroris, sementara negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB tidak mempedulikannya dan selama ini apa yang mereka lakukan hanyalah mengaitkan semua kejahatan kepada pemerintah Suriah.
Mengenai usulan Kremlin untuk penyusun konvensi internasional pemberantasan terorisme kimia dia mengatakan, “Usulan ini masih tetap dalam posisinya, dan kami siap berdiskusi dan merundingkan resolusi pemberantasan terorisme kimia.”
Dia menegaskan bahwa negaranya mendukung penuh perang pemerintah Irak melawan ISIS. Tapi, menurutnya, eskalasi serangan teror di Irak, khususnya di Baghdad, belakangan ini telah menimbulkan tanda tanya mengenai efektivitas koalisi internasional pimpinan AS dalam perang melawan teroris di Irak.
Lebih jauh dia menyatakan negaranya menekankan pentingnya integritas Irak dan penghormatan terhadap kedaulatan negara ini, dan karena itu Rusia menyerukan kepada Turki supaya berhenti melancarkan serangan udara di bagian utara Irak.
Kirim komentar