Rusia: 10.000 Anggota Teroris ISIS Bercokol di Afghanistan

 

Kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah meningkatkan kehadirannya secara dramatis di Afghanistan, dan disinyalir akan merambah ke negara-negara Asia Tengah lainnya. Hal ini diperingatkan oleh seorang diplomat senior Rusia.

“Kehadiran ISIS di Afghanistan merupakan ancaman yang signifikan,” papar Zamir Kabulov, Kepala Departemen Rusia Khusus Asia dan Timur Tengah, yang sekaligus menjadi utusan khusus dari Presiden Rusia untuk Afghanistan.

“Sekarang ada sekitar 10.000 anggota ISIS di Afghanistan, padahal tahun lalu hanya ada 100. Pertumbuhan setahun ini sangat spektakuler,” tambah dia, seperti dilansir RT (19/4/2016).

“Cabang ISIS di Afghanistan pasti khusus dibentuk untuk menyerang negara-negara Asia Tengah. Rusia bahkan menjadi salah satu bahasa yang mereka gunakan dalam berkomunikasi. Mereka sedang dilatih untuk membuat onar di Asia Tengah dan Rusia,” terang Zamir.

Oktober 2015 lalu, Zamir memperkirakan anggota ISIS di Afghanistan mencapai 3.500 orang, namun perkembangannya sangat pesat. Kebanyakan dari mereka bukanlah pendatang baru, melainkan kelompok militan yang memang telah lama bercokol di Afghanistan, dan menyatakan baiat atau janji setia kepada ISIS. Seperti diketahui, kehadiran ISIS bukan hanya di Suriah dan Irak, tetapi juga merambah ke negara-negara lainnya seperti Libya dan Afghanistan.

Namun Rusia meyakini bahwa pasukan Afghanistan saat ini belum memiliki tekad untuk memerangi ISIS, dan lebih fokus dalam memerangi kelompok Taliban yang musim semi ini melancarkan Operasi Omari.

“Rusia memandang apa yang terjadi di Kabul hari ini adalah kegagalan Amerika Serikat yang terbesar. Mereka menduduki Afghanistan pada tahun 2001, tetapi tidak mampu membentuk pemerintah transisi yang kuat dan stabil.”

Kirim komentar