Keutamaan Fatimah Zahra as dimata Aisyah binti Abu Bakar

KEUTAMAAN FATIMAH ZAHRA DIMATA AISYAH

 

Fathimah berkata, 'Ayah telah bersabda kepadaku, 'Bukankah engkau rela untuk menjadi penghulu para wanita mukmin (penghulu para wanita umat Islam) pada Hari Kiamat?!'

 

Haura Insia

Hafidh Ahmad bin Ali Khathib Baghdadi (w. 463) di dalam kitab sejarahnya jilid 5 halaman 87 nomor 2418 (terbitan Bairut) mengatakan, 'Muhammad bin Razaq meriwayatkan, bahwa Abu Hasan Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Aqil bin Azhar bin Aqil, seorang fakih bermazhab Syafi'i meriwayatkan, bahwa Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Tarkhan meriwayatkan, bahwa Muhammad bin Khalil Balkhi meriwayatkan, bahwa Abu Badr Syuja' bin Walid Sakkuni meriwayatkan dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah yang berkata, 'Pernah kukatakan, 'Wahai Rasulullah, apa gerangan Setiap kali Fathimah datang kamu menciuminya sampai mulutmu menempel mulutnya, seolah-olah kamu ingin menjilati madu?' beliau bersabda, 'Memang benar wahai Aisyah, sesungguhnya ketika aku dibawa pergi ke langit (Isra') Malaikat Jibril memasukkanku ke dalam surga, lalu dia memberiku sebuah apel dari surga, aku pun memakannya, apel itu kemudian menjadi nutfah (benih manusia) di dalam tulang rusukku, seturunku dari langit aku kumpuli Khadijah, dan lahirlah Fathimah dari nutfah itu, dia adalah Haura Insia (Bidadari Manusia), setiap kali aku merindukan surga maka aku menciuminya.'

Hadis Kisa'

Hafidz Abu Hasan Muslim bin Hajjaj Nisaburi di dalam kitab Shohîhnya jilid 4 halaman 1883 nomor 2424 (terbitan Bairut) mengatakan, 'Telah meriwayatkan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, begitu pula Muhammad bin Abdillah bin Numair –tapi teks hadis ini berdasarkan periwayatan Abu Bakar- bahwa telah meriwayatkan kepada kami Muhammad bin Busyr, dari Zakariya, dari Mus'ab bin Syaibah, dari Shafiyah binti Syaibah bahwa Aisyah berkata, 'Pagi hari, Nabi Muhammad Saw keluar dengan jubah wol atau bulu hitam di bahunya, lalu Hasan bin Ali datang, maka beliau memasukkannya ke dalam jubah, kemudian Husain bin Ali datang maka beliau memasukkannya pula ke dalam jubah, setelah itu Fathimah datang maka beliau pun memasukkannya ke dalam jubah, selanjutnya Ali datang dan beliau memasukkannya juga ke dalam jubah, lalu beliau membaca ayat, 'Hanyasanya Allah menghendaki untuk menyingkirkan kotoran dari kalian Ahli Bait dan menyucikan kalian sesuci-sucinya.'

Ahli Bait

Syaikh Ibrahim bin Muhammad Baihaqi di dalam kitab Al-Mahâsin wa Al-Masâwi' halaman 338 (terbitan Bairut) mengatakan, 'Suatu saat Aisyah ra ditanya tentang Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra, maka dia menjawab, 'Sungguh tidak salah jika kukatakan bahwa dia (Ali) adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw, sungguh aku telah melihat Rasulullah Saw mengumpulkan Ali, Fathimah, Hasan dan Husain di dalam jubahnya seraya bersabda, 'Mereka adalah Ahli Baitku, ya Allah! singkirkanlah dari mereka kotoran dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya.' 'Jika benar demikian, lalu kenapa kamu memeranginya (Perang Jamal)?' tanya seseorang kepada Aisyah. Dia pun menjawab, 'Aku menyesali perbuatan itu, dan itu sudah menjadi takdir.'

Penghulu Wanita Umat Islam

Allamah Majlisi di dalam kitab Bihâr Al-Anwâr jilid 43 halaman 2 (terbitan Bairut) menyebutkan sebuah riwayat dengan sanad yang sampai kepada Ubaidullah bin Musa, dari Zakariya, dari Abu Faras, dari Masruq dari Aisyah yang berkata, 'Fathimah, demi Tuhan yang sungguh tiada tuhan selain Dia, berjalan seperti Rasulullah Saw berjalan, sehingga ketika melihatnya beliau dua kali bersabda, 'Tuhan memberkatimu wahai puteriku'. Fathimah berkata, 'Ayah telah bersabda kepadaku, 'Bukankah engkau rela untuk menjadi penghulu para wanita mukmin (penghulu para wanita umat Islam) pada Hari Kiamat?!'

Penghulu Wanita Surga

Ibnu Shabbagh Almaliki (w. 855) di dalam kitab Fushûl Al-Muhimmah halaman 145 (dan halaman 138 menurut versi terbitan Darul Awdha') meriwayatkan sebuah hadis tentang keluarga suci Nabi Saw secara marfu' dari Aisyah, dimana dia berkata kepada Fathimah, 'Tidak gembirakah dirimu bahwa aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda, 'Penghulu wanita surga ada empat: Maryam puteri Imran, Fathimah puteri Muhammad, Khadijah puteri Khuwailid, dan Asiyah puteri Muzahim istri Fir'aun.'

Penanggung Cobaan Paling Besar

Ibnu Hajar Asqalani (w. 582) di dalam kitab Fath Al-Bârî jilid 9 halaman 201 menukil dari Thabari (Muhammad bin Jarir) yang menyebutkan riwayat Aisyah bahwa Rasulullah Saw bersabda kepada Fathimah, 'Sesungguhnya Malaikat Jibril telah memberitahuku sesungguhnya tidak ada satu pun dari wanita umat Islam yang menanggung cobaan lebih besar daripadamu, maka janganlah kamu menjadi wanita yang kurang sabar dibandingkan wanita lain (TAQRIB)

Kirim komentar