Faksi Pejuang Palestina Kecam Kunjungan Tokoh Saudi ke Israel


Kalangan pejuang Palestina dari faksi Front Rakyat Pembebasan Palestina ( Popular Front for the Liberation of Palestine /PFLP) mengecam keras kedatangan rombongan tokoh Arab Saudi ke Israel dan menilainya sebagai pertanda betapa besarnya ancaman yang mengintai persoalan Palestina.

Sebagaimana dilansir media Lebanon al-Ahed, Minggu (21//2016), PFLP menegaskan, “Pertemuan-pertemuan resmi para tokoh Saudi dengan Rezim Zionis Israel jelas dilakukan dengan koordinasi pemerintah Saudi, dan ini menunjukkan betapa persoalan Palestina dan kepentingan bangsa ini berhadapan dengan ancaman-ancaman yang berasal dari kebijakan resmi Saudi dan upayanya untuk mendistorsi krisis-krisis regional.”

Seperti pernah diberitakan, jenderal purnawirawan Arab Saudi Anwar Eshki selaku delegasi akademisi dan pebisnis Saudi pekan ini telah berkunjung ke Israel dan mengadakan pertemuan dengan beberapa pejabat Israel. (Baca: Jenderal Purn. Saudi Berkunjung ke Israel)

PFLP juga menegaskan bahwa berlanjutnya pertemuan-pertemuan itu menunjukkan masifnya koordinasi rezim Saudi dengan para sekutunya di Israel dan Amerika Serikat untuk memorak porandakan keutuhan Timteng dan mempertahankan kobaran api konflik sektarian mazhab dan terorisme takfiri yang dikembangkan oleh Saudi dan negara-negara Barat. jenderal purn saudi eshki ke israel

“Pertemuan-pertemuan ini merupakan layanan gratis untuk rezim pendudukan (Israel) dengan cara memanfaatkan bangsa kami, memberikan sebentuk pembenaran atas kejahatan rezim ini terhadap bangsa Palestina, membantu memberikan kesan bahwa berhubungan dengan Israel merupakan sesuatu yang wajar dan biasa, dan menolong Israel agar semakin berpengaruh di kawasan,” tegas PFLP.

Anwar Eshki sendiri mengaku datang ke Palestina untuk menghadiri resepsi pernikahan putera Marwan al-Barghouth, tokoh pejuang Palestina yang dihukum penjara oleh Israel, dan mengadakan pertemuan dengan keluarga para syuhada dan tahanan Palestina . Namun, Kemlu Israel, Minggu (24/), seperti dilansir AFP, menyatakan delegasi Saudi pimpinan Eshki telah mengadakan pertemuan dengan para pejabat Israel.

Kunjungan Eshki ke Israel mendapat kecaman keras dari para netizen Timteng. Tapi menurut media Mesir al-Youm7, untuk menutupi skandal ini Eshki mengatakan, “Orang-orang Israel mengklaim saya berkunjung ke Israel karena menurut mereka Baitul Maqdis adalah milik Israel, padahal kami memandang kota ini milik Palestina dan Arab.”

Kirim komentar