Dailymail: Jutaan Pound Bantuan Inggris Jatuh ke Kelompok ISIS di Suriah
Menganalisis kontribusi 26,5 juta Pound untuk proyek kemanusiaan yang dijalankan oleh UNICEF, DFID juga memperingatkan risiko tinggi korupsi dan penipuan, namun dijelaskannya, PBB memiliki prosedur kuat untuk menangani setiap masalah.
Jutaan pound uang Inggris yang disalurkan ke Suriah berupa bantuan kemungkinan besar jatuh ke tangan kelompok Takfiri ISIS, demikian mengutip laporan dari pemerintah Inggris.
Laporan itu terungkap dalam laporan bulan Desember berjudul "Assessment of financial risk and fraud" oleh Department for International Development (DFID), sebuah lembaga pemerintah Inggris yang bertanggung jawab mengelola pengeluaran asing, demikian Dailymail melaporkan pada Ahad, 08/05/16.
Uang yang berakhir di tangan kelompok Takfiri ISIS itu berasal dari apa yang London klaim sebagai dukungan keuangan yang katanya kepada kelompok pemberontak "moderat" Suriah. Pemerintah Inggris sejak lama memberikan bantuan militer dan keuangan kepada kelompok "moderat" yang beroperasi di Suriah untuk menggulingkan pemerintah di Suriah selama lima tahun terakhir.
Dalam laporan itu, DFID mengakui bahwa "risiko paling serius" atas program-programnya di Suriah adalah pengalihan skala besar bantuan, termasuk tujuan terorisme.
Nilai uang yang mungkin berakhir di tangan ISIS diperkirakan sekitar satu persen dari total 510 juta Pound bantuan Inggris ke pemberontak "moderat" Suriah sejak 2011, tapi jumlah itu bisa membengkak menjadi 5,1 juta Pound.
Mengomentari laporan tersebut, anggota parlemen Inggris, Andrew Bridgen mengatakan bahwa warga Inggris akan sangat ngeri melihat setiap bantuan mereka dengan murah hati diberikan ke kelompok pembunuh seperti ISIS.
Menganalisis kontribusi 26,5 juta Pound untuk proyek kemanusiaan yang dijalankan oleh UNICEF, DFID juga memperingatkan risiko tinggi korupsi dan penipuan, namun dijelaskannya, PBB memiliki prosedur kuat untuk menangani setiap masalah.
Ini bukan pertama kalinya Department for International Development (DFID) mengakui pengalihan bantuan asing negara.
Pada tahun 2013, DFID mengakui bahwa hampir 500.000 Pound bantuan dan peralatan militer jatuh ke tangan al-Qaeda, kelompok militan al-Shabab berbasis di Somalia.
Pengungkapan laporan terbaru itu diharapkan untuk mengintensifkan tekanan pada Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang berjanji memberikan bantuan luar negeri sebesar 0,7 persen dari produk nasional bruto Inggris.
Sejauh ini, pemerintah Inggris mengatakan sedikitnya 800 warga Inggris melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk mendukung atau berjuang bersama kelompok Takfiri yang beroperasi di kedua negara.
Kirim komentar