Siap Balas Dendam, ISIS Latih “Tentara Anak Yatim”
Kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali merilis video propaganda baru, yang menunjukkan “tentara anak yatim” yang dilatih bertempur. Menurut ISIS, anak yatim yang telah kehilangan orang tua akibat intervensi militer, siap untuk membalas dendam.
Video yang diterbitkan oleh media ISIS Alhayat Center, dimulai dengan seorang anak yang berjalan di reruntuhan bangunan. Di sela-sela adegan tersebut, ditampilkan wajah-wajah pemimpin Barat yang dengan diiringi lagu dalam bahasa Perancis.
Menurut ISIS, Barat harus membayar harga atas pertentangan terhadap kekhilafahan Islam yang dideklarasikan ISIS. Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Perancis François Hollande, Presiden Suriah Bashar Al Assad, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ditampilkan dalam rekaman tersebut, yang disebut sebagai penentang ISIS.
Setelah adegan di puing-puing reruntuhan, video ini juga menunjukkan sekelompok bocah yang usianya sekitar 10 tahun, yang dilatih menggunakan senjata. “Tentara anak yatim telah berkembang, siap melakukan serangan balasan dimana-mana,” tulis RT (2/5/2016).
Bukan kali ini saja ISIS menggunakan anak-anak sebagai propaganda. Tahun lalu, ISIS menunjukkan anak-anak yang dipandu oleh anggota senior ISIS untuk mengeksekusi tawanan dengan menembak dari jarak dekat. Anak laki-laki terakhir, alih-alih menembak, malah mengambil sebilah pisau dan memenggal tawanan tersebut. Video yang lain, menunjukkan balita usia 4 tahun, yang dijuluki Jihadi Junior, meledakkan tiga tahanan dengan menekan sebuah tombol pada remote kontrol.
ISIS juga memamerkan yang menunjukkan sebuah panti asuhan penuh anak-anak yang dilatih sebagai generasi penerus. Mereka diajak bermain dengan senjata mainan, lalu berlatih dengan senjata sebenarnya, untuk menunjukkan bahwa seperti inilah ISIS membesarkan anak-anak.
Menurut laporan sebuah badan think tank yang telah disetujui PBB, sejak Agustus 2015 hingga 9 Februari 2016, ada 254 peristiwa ataupun propaganda ISIS yang menampilkan anak-anak telah diidentifikasi. Artinya, video-video propaganda tersebut memang benar-benar terjadi
Kirim komentar