Pendidikan Antikorupsi 2
Pendidikan antikorupsi dalam keluarga
Pendidikan informal (dalam keluarga) sejatinya merupakan fondasi dan benteng utama pencegahan dan pemberantasan korupsi. Karena, pendidikan informal itu merupakan sistem pendidikan yang paling otentik (genuine), bebas transaksi dan komersialisasi. Kedua orang tua yang bertanggungjawabpastimencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya demi pendidikan terbaik bagi anaknya di dalam rumah tangga.
Selain itu, pendidikan dalam keluarga pada umumnya berupa pendidikan nilai, agama, dan budaya positif. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi memang harus dimulai dan dihabituasi (dibiasakan) dalam kehidupan rumah tangga. Dalam keluarga, seorang istri yang sayang kepada suami dapat menjadi mitra sejati dalam pendidikan antikorupsi. Misalnya saja dengan membudayakan komunikasi dialogis seputar profesi dan nafkah keluarga.
Suami yang sayang terhadap istri pasti akan memegang teguh prinsip untuk tidak pernah memberi nafkah untuk keluarganya dari harta yang tidak halal, apalagi hasil korupsi. Jika komunikasi dialogis dan terbuka dapat terbangun dalam relasi suami istri, maka suami akan merasa senang jika sang istri bertanya kepadanya semisal: ”Apakah nafkah lahir (materi, harta benda) yang diberikan kepada keluarga ini 100% halal, berasal dari hasil keringat yang membawa berkah ataukah berasal dari rasuah, korupsi, dan cara-cara ilegal dan tidak berkah?
Jika nafkah keluarga yang diberikan sang suami kepada istri itu halal, dapat dipastikan bahwa pendidikan antikorupsi itu akan berhasil secara efektif. Suami dan istri yang hanya mau memperoleh dan menerima nafkah (rezeki) yang halal dan berkah, juga akan bersepakat bahwa semua rezeki yang diperolehnya itu bukan untuk dikonsumsi habis untuk keluarganya.
Prinsip pantang menerima rezeki yang tidak halal ini pasti akan dikelola dengan manajemen keberkahan berupa ”pembersihan” harta dari yang bukan hak miliknya, yaitu melalui sedekah, infak, zakat mal (zakat harta), dan wakaf. Keluarga bahagia dan berkah pasti menerapkan model pendidikan antikorupsi dengan tidak menghabiskan semua pendapatannya untuk kepentingan diri dan keluarganya.
bersambung
Kirim komentar