Tls8 Ali Sang Maula Bag 3
Saat itu ia menerima hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa. Kejadian yang turut mengabadikan kejadian besar ini. Penyelidikan dari tiga puluh mufasir paling menonjol dari Al-Qur'an dan Hadits telah mengakui peristiwa ini.
Dengan cara yang sama ketika kita melihat ke arah asal-usul, sumber dan wewenang Ghadir kita merasa bahwa antusias dan semangat yang para ulama , perawi dan sejarawan dalam hubungan ini, telah menjadi teladan. Mungkin tidak ada peristiwa lain Sejarah Islam yang sudah diabadikan sebagaimana peristiwa ghadir. Untuk singkatnya hanya statistik singkat yang disajikan di sini : Dalam daftar perawi dari peristiwa Ghadir kita menemukan 110 nama sahabat Nabi Muhammad (saw) Di antara perawi kita menemukan nama-nama dari 84 "Tabi'in". Tabi'in (pengikut) adalah orang-orang terhormat hidup setelah jaman Nabi jadi mereka belum pernah melihat Nabi, mereka hidup sejaman dengan para sahabat Nabi.
Jika anda pergi dari abad pertama Hijriah ke abad keempat belas Hijriyah Anda akan menemukan bahwa ada sekitar empat ratus ulama hadis, tafsir, sejarah dan kritik yang telah membahas rincian peristiwa Ghadir dalam tulisan-tulisan terkenal mereka. Satu dari mereka, Hafiz Abul ( Lihat Catatan halaman 43-3 8 ) Ya'ala Al - Attar Al - Hamdani yang berasal dari abad kelima Hijriah. Dikatakan bahwa ia menjadi penghubung tradisi Ghadir di bawah wewenang kutipan dari 250 perawi Al-Qawlul Fasl , juz I, halaman 545.
Selama sejarah awal Islam peristiwa Ghadir telah dikutip berkali-kali, bahkan telah direkam pada 22 kesempatan yang pasti dan bisa dijadikan sebagai referensi .
Sekitar 32 buku sejauh ini telah ditulis tentang masalah Ghadir, misalnya, sejarawan terkenal dan mufasir Muhammad bin Jarir Ath-Thabari telah mengumpulkan tradisi Ghadir dalam dua juz (Tarikh Ibne Katsir, juz V ) , dan beberapa sejarawan lainnya telah menulis buku tentang subjek ini setidaknya ada 29 juz (Yanabiul Mawaddah, halaman 36).
Di setiap zaman, Ghadir telah memenuhi imajinasi begitu banyak penyair dan penulis. Sejak awal terjadinya acara ini sampai hari ini di segala usia banyak seni dan puisi telah ditulis dalam pujian Ghadir. Acara ini merupakan topik hidup yang mempertemukan pecinta sastra dan seni.
Sebuah literatur Kristen Libanon dirayakan zaman kita, Polas Saldma telah mengutarakan perasaannya dengan nama `AI-Ghadir'. Karya ini terdiri dari 3.151 bait dan diterbitkan Al Nasr Press, Beirut. Allama Amini di sejumlah kumpulan buku perayaan `Al-Ghadir' telah bergulat dengan puisi dan karya sastra yang berkaitan dengan kejadian ghadir dan buku ini termasuk salah satu karya ilmiah.
Terkesan dengan ketenaran luar biasa dan pentingnya peristiwa Ghadir tidak kurang seorang sarjana yang terkenal Allamah Zia Uddin Muqbibi (meninggal 1108 H) harus memutuskan bahwa `jika tradisi Ghadir tidak dianggap ada maka tidak ada aspek dari agama Islam yang dapat ditelusuri dan dibuktikan'.
Abu Raihdn Al-Biruni, Sa'alebi, Ibne Talh `a Shafeyi, Ibne Khallekan dan Mas'udi telah menganggap hari Ghadir di antara hari-hari besar dari dunia Islam. Untuk buku-buku referensi, Al-A'sarul Baqiya, halaman 334; Thamaratul Quluob, halaman 511; Matalibus-Su'ul, halaman 53; Al - Wafiyat, Vol.II, halaman 223, dan Al - Tanbeeh wal Ishraf, halaman 221, dapat dikonsultasikan. Peneliti bernama Al-Kulaini (wafat 329 AH) dalam tulisan berharga `riwayat Usul-e-Kafi' dari Sahl bin Ziad bahwa ia bertanya kepada Imam Ja'afar Sadiq (as) apakah ada hari besar lain dalam Islam selain hari Jumat, Idul Adha dan Idul Fitri? Imam berkata , "Ya , yang paling dihormati".
Si penanya bertanya, "Yang perayaan itu?" Jawabannya adalah, "Ketika Rasul Allah menunjuk Amirul Mukminin sebagai penggantinya dan menyatakan` yang menguasai saya Ali juga adalah tuannya".
Ketika ditanya tentang tanggal Imam menjawab, " delapanbelas bulan dari Zilhaj ".
Ketika ditanya lebih lanjut tentang apa yang umat Islam harus lakukan pada hari baik ini Imam berkata, " Terus cepat pada hari ini, dirimu sibuk dalam doa, dan mengabdikan diri untuk melayani Tuhan. Hal ini juga penting untuk mengingat dan menceritakan kebajikan Nabi Muhammad ( saw) dan karena Keturunan Nabi meminta Ali untuk merayakan hari Ghadir sebagai hari Rejoicings. pelaksanaan semua nabi telah menyatakan hari pengangkatan penerus mereka menjadi hari Rejoicings".
Catatan akhir
Hal ini perlu disebutkan bahwa hadis ini adalah `Mutawatir' (yaitu diriwayatkan oleh begitu banyak orang yang tidak diragukan lagi dapat terhibur tentang keasliannya), dan almarhum Allamah Amini dalam sejumlah volume buku perayaan `Al Ghadir' (yang sebelas volume telah diterbitkan sejauh ini) telah memberikan dengan referensi penuh nama-nama 110 sahabat terkenal dari Nabi saw, yang telah diriwayatkan hadits ini. Hanya untuk memberikan contoh, saya menyebutkan nama-nama yang diberikan di bawah huruf 'Alif'. (Tahun-tahun kematian diberikan dalam tanda kurung) :
1 ) Abu Laila Ansari ( 37 H);
2 ) Abu Zainab bin Auf Ansari;
3 ) Abu Fudhala Ansari (38H);
4 ) Abu Qudamah Ansari;
5 ) Abu Umra bin Amr bin Muhassan Ansari;
6 ) Abul - Haitham bin At- Taihan ( 37 H);
7 ) Abu Rafey Qibti , budak Nabi;
8 ) Abu Dhu - waib Khuwailad (atau Khalid) bin Khalid Al - Hadhli;
9 ) Usamah bin Zaid bin Haritha (54 H );
10 ) Ubay bin Ka'ab Ansari (30 atau 32 H);
11 ) As'as bin Zurara Ansari;
12 ) Asma binti Umais;
13 ) Ummu Salma , istri Nabi saw;
14 ) Ummu Hani binti Abi Thalib ;
15 ) Abu Hamza Anas bin Malik Ansari ;
16 ) Abu Bakr bin Abi Qahafa , dan , tentu saja , Abu Hurairah.
Jika Hadis Mutawatir adalah, tidak ada kebutuhan untuk melihat individu `Asnad' ( dokumen) sama sekali. Masih untuk menunjukkan kepalsuan dari tuduhan ini , saya ingin memberikan pendapat di sini dari beberapa tradisionalis terkenal .
A) Hafidh Abu Isa Tirmidzi mengatakan dalam bukunya 'Sahih' (salah satu Shihah Sittah ) bahwa Hasan dan Pasir, (benar) Hadis".
B) Hafidh Abu Ja'afar Tahawi mengatakan dalam ' Mushkil - ul - Athar:
" Jadi, hadis ini adalah Sahih (benar) sesuai dengan 'Asnad' dan tidak ada yang mengatakan apa-apa terhadap perawinya"
C) Abu Abdillah Hakim Nishaburi telah meriwayatkan hadits ini dari beberapa rantai di `Mustadrak' dan mengatakan bahwa hadis ini adalah Sahih (benar) .
Demikian pula, ilmuwan agama berikut (di antara ratusan orang lain) telah mengatakan bahwa hadis ini adalah Sahih (benar) :
1 ) Abu Abdillah Mahamili Baghdadi dalam 'Amali 'nya;
2 ) Hafidh ibn Abdil Bar Qartabi di isti ab';
3 ) Ibn - ul - Maghazili Syafi'i di 'Manaqib';
4 ) Ghazali dalam ` Sirrul - Alamin';
5) Abul Faraj ibn Jauzi dalam bukunya` Manaqib';
6 ) SIBT ibn Jauzi dalam `Tadhkira';
7 ) Ibn Abil Hadid Mu'tazilah dalam bukunya ' Syarh Nahjul Baldghah'
8 ) Abu Abdillah Ganji Syafi'i dalam ' Kifaya ' ;
9) Alauddin Simnani dalam' Al Urwatul Wutsqa;
10) Ibnu Hajar Asqalani dalam `Tahzibut- Tahzib';
11) Ibnu Katsir Demashqi dalam bukunya` Tarikh';
12) Jalaluddin Suyuti;
13) Qastalani di ' Mawahib';
14) Ibnu Hajar Makki di ' Sawa'iq';
15) Abdul - Haq dehlawi di `Sharhul-Mishkat' dan banyak lainnya.
Perlu disebutkan di sini bahwa semua nama yang disebutkan di atas adalah ulama Sunni.[tvshia]
Kirim komentar