Tls7 Imam Ali Sang Maula Bag 2

Tls7 Imam Ali Sang Maula

 

 

Diantara pimpinan pembesar agama dan ulama seperti Muhammad bin Saib Kalbi (meninggal 146 H), Yahya bin Ziad Kufi (meninggal 207 H), Abu Obaida Basri (meninggal 210 H), Abul Hasan Akfash Nahwi (meninggal 215 H), Abu Zaid bin Aus Basri (meninggal 125 H), Ibne Qutaiba Deenwari (meninggal 276 H), Abul Abbas Salab Shaibani (meninggal 291 H), Abu Bakar Anbari (meninggal 328 H), Abul Hasan Rummani (meninggal 384 H), Abul Hasan Wahidi (meninggal 468 H), Sa'ad Uddin Taftazani (almarhum 791 H ) , Shahab Uddin Khafaji (almarhum 1069 H), Hamzawi Maliki (almarhum 1303 H), Abu Is'haq Salabi (meninggal 427 H), Husain Bin Mas'ud (meninggal 510 H), Jarullah Zamakhsyari (meninggal 538 H), Abu Baqa Ukbari (meninggal 616 H), Qazi Nasiruddin Baizawi (meninggal 692 H), Alla Uddin Khazin Baghdadi (meninggal 741 H ), Muhammad bin Ismail Bukhari (meninggal 215 H), Ibnu Hajar Haithami (meninggal 974 H ), Mohammad bin Jarir Tabari (meninggal 310 H), Hafiz Uddin Nasafi (meninggal 701 H), Abu Sa'ud Hanafi (almarhum 972 H), Sharif Jurjani mereka memberikan catatan atas peristiwa besar Ghadir sehingga kejadian besar ini terus memancarkan sinar sepanjang hamparan luas seluruh peradaban manusia.

 

Mintalah penafsir Qur'an, hubungi penyusun Hadis, tanyailah para sejarawan, galilah dari para penulis biografi, berdiskusilah dengan kaum intelektual, berkonsultasilah dengan ulama dan kemudian setelah mendapatkan jawaban coba renungkan pentingnya peristiwa Ghadir.

 

Setiap hati telah tersentuh oleh peristiwa Ghadir dan setiap jiwa telah diakrabkan dengannya. Acara ini telah membentuk otoritas di antara berbagai kelompok agama dan sosial masyarkat, hampir setiap madzhab pemikiran telah mengakui keasliannya.

 

Ghadir adalah bahwa kebenaran yang muncul dari cakrawala sejarah merupakan seberkah cahaya, seperti matahari dan bintang-bintang pada setiap jaman dan wilayah yang selalu menampakkan sinarnya menerangi semesta.

 

Siapapun yang meneliti tentang Ghadir pasti akan mengetahui bahwa lima ayat Al-Qur'an menggambarkan kejadian besar ini. Ayat 68 dari `Almaidah'  dan ayat nomor 3 dari surat yang sama juga menyebutkan hal serupa.

 

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.[Almaidah:67]

 

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.[almaidah:3]

 

Mengenai wahyu dari ayat pertama ringkasan analisa dari tiga puluh perawi terkenal adalah bahwa ketika kafilah dari Rasulullah, saat dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah, mereka berhenti di tempat bernama `Khum' malaikat Jibril turun dengan membawa perintah Tuhan Yang Maha Esa, "Hai Rasul! Sampaikan apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu ".

 

Enam belas ulama terkemuka menyajikan penelitian mereka mengenai ayat kedua, mereka menulis bahwa ketika Nabi Muhammad (saw) telah menyatakan Ali bin Abi Thalib sebagai Amirul Mukminin, malaikat yang ditugaskan dengan tugas menyampaikan firman Allah turun dengan sebuah ayat suci, "Hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu '.

 

Dikatakan bahwa Hadis bin Numan Al-Fahri atau Nazr bin Harits Al-Abdari yang menyangkal kepemimpinan Ali sembari mengatakan, "Jika Tuhan benar telah memberikan pengangkatan ini pada Ali dan Nabi Muhammad (saw) sehubungan dengan deklarasi kepemimpinan Ali maka saya akan dikutuk dengan hukuman Tuhan".[tvshia.com] [bersambung]

Kirim komentar