Tragedi Mina
Tepat 23 hari pasca kejadian jatuhnya crane di Masjidil Haram yang memakan korban lebih dari 100 peziarah Ka’bah, pada hari Kamis terjadi lagi peristiwa yang lebih mengerikan. Tragedi ini terjadi saat jemaah haji hendak melaksanakan manasik haji paling penting di Mina, yaitu melempar jumrah. Akibat ketidakmampuan para pejabat Saudi mengatur pelaksanaan haji yang baik, lebih dari seribu jemaah haji dari pelbagai negara di dunia yang meninggal dunia.
Para petugas Saudi tanpa melakukan koordinasi sebelumnya menutup sebuah jalur yang berujung pada tempat melempar jumrah, sehingga para jemaah haji dari empat titik bertemu di satu tempat. Mereka saling bertindihan yang menyebabkan terjadinya tragedi di hari besar Islam, Hari Raya Kurban. Peristiwa menyedihkan ini membuat hati setiap manusia terluka menyaksikannya.
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa salah urus dan tindakan tidak tepat para pejabat Saudi yang menjadi pemicu tragedi Mina. Oleh karenanya, pemerintah Saudi harus bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa pahit ini.
Para pejabat Saudi sebagai penjamin keamanan jemaah haji dan yang mengurus pelaksanaan manasik haji harus bertanggung jawab atas tragedi yang terjadi. Harapan semua negara-negara Islam adalah rezim Saudi mau bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa ini. Sehingga ke depannya tidak terjadi lagi peristiwa yang sama dan telah berulang.
Selain itu, negara-negara Islam harus serius menindaklanjuti masalah peristiwa yang terjadi di Mina, sehingga segalanya menjadi jelas. Para pejabat Saudi saat ini telah membuktikan ketidaklayakan mereka terhadap masalah dunia Islam dengan menyerang warga muslim Yaman yang miskin. Masalah ini juga dapat disaksikan dalam masalah ibadah haji tahun ini.
Muhammad bin Salman, Menteri Pertahanan Arab Saudi yang memegang urusan militer dan politik pasca wafatnya Raja Abdullah hanya mewariskan kerusakan dan pembunuhan. Selain membantai rakyat Yaman di bulan Ramadhan yang berlanjut hingga kini, ia juga bertanggung jawab dalam dua peristiwa mematikan dalam musim haji tahun ini. Pertama di Masjidil Haram dan kedua di Mina.
Terkait kasus jatuhnya crane di Masjidil Haram human error disebut sebagai penyebabnya. Crane yang jatuh itu milik perusahaan yang berafiliasi dengan Raja Salman. Sementara dalam tragedi Mina di hari Idul Kurban lebih banyak memakan korban dari peristiwa pertama. Namun yang patut dicermati adalah kehadiran langsung Raja Salman di pusat kota Mina. Kehadiran ini menuntut para petugas haji menutup jalur jemaah haji ke tempat jumrah yang berujung pada tragedi Mina.
Disebutkan bahwa Muhammad bin Salman bersama lebih dari 200 tentara dan 150 polisi setelah memasuki kota Mina meninggal tempat ini bertentangan dengan gerakan jemaah haji. Akhirnya jemaah haji yang sedemikian padatnya membuat mereka terjatuh dan saling menindih yang lain dan terjadilah tragedi Mina.
Perilaku para pejabat Saudi saat ini baik di dalam dan luar negeri menunjukkan mereka tidak mempunyai kelayakan. Tuntutan umat Islam dan negara-negara Islam untuk mengubah dan memperbaiki manajemen haji patut untuk dijadikan bahan perenungan. [Tvshia/IRIB Indonesia]
Kirim komentar